Sabtu, 22 Oktober 2011

Ketiaka Harapan Tak Sesuai dengan Kenyataan

Kawan...
Mungkin saat ini di antara kita ada
yang tengah berada dalam "penjara
kesulitan". Dan kesempatan yang

dimiliki terasa begitu kecil.

Kawan...
Jangan berkecil hati... Jangan menyerah...
Teruslah berusaha...!

Lakukan apa yang bisa dilakukan,
sebaik-baiknya, dan
sebenar-benarnya.
Ingatlah bahwa...

KESEMPATAN SEKECIL APAPUN
ITU MENUNJUKKAN MASIH
ADANYA HARAPAN!


Banyak orang yang merasa frustasi karena kenyataan mereka tidak sesuai dengan impian.

Sebagai contoh, saya pengen kuliah, tapi nyatanya biaya tidak mencukupi (seperti saya dulu, tapi nekad, hehe). Atau, mereka yg merantau ke kota besar, bermimpi ingin mendapatkan pekerjaan berkelas nasional bahkan internasional,tapi nyatanya yang didapatkan hanyalahpekerjaan biasa-biasa saja & apa adanya.
Ada juga seorang pengusaha, yg mungkin mengharapkan kenaikan profit 10 kali, malah mengalami kebangkrutan. Apa yang kita harapkan, kadang memang tidak sesuai dengan kenyataan. Lalu apa yang harus kita lakukan?

Berikut adalah 3 langkah atau tips yang bisa kita lakukan saat mimpi tidak sesuai dengan kenyataan:


1. Bertindaklah selalu secara fleksibel dan dinamis
Jika kita betul-betul ingin menggapai kesuksesan, maka diperlukan *kesiapan* untuk bisa bertindak secara fleksible dan dinamis terhadap setiap perubahan yang terjadi.
Sekarang, saya akan buat sebuah analogi sederhana...
Saat ada badai atau angin topan yang besar, tidak jarang kita melihat pohon yang memiliki batang yang sangat besar tumbang! Apa sebab?

Sebab mereka tidak kuat menahan beban yang diterima.

Namun coba tengoklah bambu! Karena batangnya yang lentur, maka bambu bisa fleksibel bergerak ke segala arah, dan jarang tumbang!
Nah, begitu pun dengan kita! Jika kita bertindak dan berpikir dinamis dan juga fleksibel, maka kita akan lebih tahan dalam menghadapi tantangan dan perubahan serta masalah yang datang.

2. Berpikirlah bahwa INILAH yang terbaik untuk kita!
Saat kenyataan tidak sesuai dengan impian, percayalah bahwa inilah yang terbaik untuk kita. Kita tidak pernah tahu skenario yang telah ditetapkan-Nya. Karena, segala sesuatu yang menurut logika kita baik, bisa jadi justru sebaliknya di mata Allah!

Berpikirlah selalu positif atas apapun yang terjadi pada diri kita. Jangan biarkan satu kegagalan membuat kita
kecewa, apalagi sampai frustasi dan berlarut-larut.
Ketika saya gagal, tidak sesuai dengan apa yang saya harapkan, saya biasa mengatakan:

"Sudahlah, kau tdk perlu kecewa,
don't ask me why, it is GOOD for you!
Sekarang kau dengarkan baik-baik, Allah
akan menggantinya dengan YANG LEBIH BAIK!
Allah Maha tahu apa yang terbaik untuk hambanNya!"
Apa yang saya lakukan di atas itu adalah 'afirmasi'.
Afirmasi adalah kata-kata positif yang diucapkan berulang-ulang & diyakini untuk membentuk citra postif untuk mengurangi sikap-sikap negatif dalam diri kita.
Kata-kata afirmasi ini bisa kita buat/ rancang sendiri, dan lalu bisa diucapkan secara verbal atau dalam hati. Menurut ahli Hynotherapy, afirmasi itu akan 'terekam' oleh alam bawah sadar kita.
Dan jika terus-menerus diucapkan & dengan penuh keyakinan, maka kita SEDANG atau AKAN menjadi seperti itu adanya, yang kita ucapkan!
next. . . . . .

Meski saat ini apa yang kita harapkan belum sesuai dengan impian, namun kita harus....

3. Tetap Siapkan MENTAL PEMENANG!
Saat kita mengalami kegagalan, lebih baik instropeksi diri daripad menyalahkan takdir. Siapa tahu, kita memang belum siap jadi pemenang! :-)
Bisa jadi kesuksesan hanya akan membuat kita menjadi sombong, dan karena saking sayangnya Allah kepada kita, Ia tidak mau hamba-Nya berbuat dosa. :-)
Kawan, setiap kemenangan itu lebih baik dirintis dari setiap peluh kita! Akan lebih baik jika kemenangan itu kita dapatkan setahap demi setahap.
Banyak orang sukses, tapi kemudian mereka terjatuh. Ada yang bangkit lagi, ada yang tidak. Liku hidup setiap manusia memang tidak sama.
Tapi ingat, kesempatan untuk menang itu selalu terbuka bagi siapa saja, tanpa terkecuali!

Rejeki dan kemenangan itu sungguh tidak terkira banyaknya dari Allah, masih banyak yang menggantung di langit! :-) Sekarang tinggal bagaimana cara Anda!. Apakah mau meraihnya? atau mengharapkan turun dengan sendirinya?. Saya sarankan, jangan pernah memili yang kedua :-)

Kita semua tahu bahwa yang namanya kemenangan itu seringkali dimiliki oleh mereka yang... tdk pernah berhenti berusaha!.Man Jadda Wajada!!


Dari Terpaksa Menjadi Terbiasa


Suatu hari, ketika masi sekolah di SMA
"Dlon, ajari kimia!, dirimu kan pinter kimia"
Hah??? bingung juga waktu itu mengiyakan atau menolak, dalam hati ingin sekali membantu tapi apa daya kapasitas tak seperti yang dia lihat. Tetapi kejadian itu tak hanya 1 atau 2 kali, tapi lebih. Dan akhirnya dengan terpaksa (*mulanya) kubantu sebisaku.
Lama kelamaan dari terpaksa menjadi terbiasa. Itulah yang aku rasakan.
sering kali motivasi untuk bisa itu dipantik dari luar diri kita karena kita sendiri terkadang tidak sadar akan kemampuan kita sendiri, atau kita tidak percaya diri dengan kemampuan yang kita miliki sehingga kemampuan itu tidak muncul.
terimakasih kepada tmen2ku yang telah menganggap aku bisa sehingga aku menjadi bisa beneran, :)
ayo kita gali kemampuan kita, keberanian mencoba hal yang baru adalah modal terbesar untuk berkembang.

*ini tulisan kok ga jelas y, hehe maklum asal nulis :D

Kamis, 20 Oktober 2011

My Spirit

mulai menulis again, :)
akhir-akhir ini disibukkan dengan berbagai kegiatan. Mulai dari kuliah, praktikum (jarang banget praktikum sekarang, hehe), organisasi, ngelab penelitian (1 semester 3 penelitian, gileee), hingga cari duit buat hidup di rantau.
"Mahasiswa rantau
makan tak teraturrr
senin makan selasa puasa. . . . . ." (lirik lahu Pe Ha Be)
lagunya aku banget, hahaha
sudah hampir satu tahun sudah tidak mendapatkan suplay dari ortu, karena ortu gak punya. Tapi itu bukanlah suatu hambatan, tapi itulah tantangan. Di saat yang lain sudah nyaman, fasilitas tersedia semua, butuh tinggal minta, tapi itu semua tak berlaku bagiku.
Dulu aku yang minta untuk melanjutkan kuliah dan aku juga tahu keadaan orang tuaku seperti apa, so aku harus bertanggung jawab atas keputusanku. "man jadda wajada", siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan menuai hasilnya.
Terimakasih pada ibuku yang selalu memberikan kebebasan bersyarat pada anakmu ini (syaratnya harus bertanggung jawab dengan keputusan yang diambil), yang selalu memberikan semangat padaku, yang selalu perhatian dan semuanya. Pada bapak yang telah rela memeras keringat untuk menghidupi keluarga dan menyekolahkan anak-anaknya. Semoga semua pengorbanan yang ibu bapak lakukan menjadi tabungan amal jariyah kelak. Mohon doanya selalu agar buah hati menjadi anak yang sholeh dan sholihah, Amien...