Motivasiku
Menjadi Pemandu
Oleh : Romdlon Fauzi
Pemandu menurutku adalah seseorang yang paling berjasa bagi “orang
baru”. Maksud orang baru dalam hal ini adalah orang yang berada di lingkungan
baru. Hal ini bukan tanpa alasan karena saya sendiri juga merasakan manfaat
dari seorang pemandu ketika saya berada di lingkungan baru. Kampus.
Dalam dunia kampus peran pemandu sangat penting terutama bagi
mahasiswa baru. Kenapa demikian?. Karena pemandu yang akan menjadi gerbang
pertama mahasiswa baru dalam mengenali lingkungan barunya. Mulai dari kultur
lingkungan, model belajar, kesibukan mahasiswa dan juga hal-hal lain yang
berkaitan dengan keseharian mahasiswa.
Mengapa aku ingin jadi pemandu?. Menurut pendapat sebagian orang
dengan menjadi pemandu, kita bisa belajar untuk komunikasi, memimpin forum,
kenalan dengan adik angkatan dan lain sebagainya. Tetapi menurutku itu semua
adalah “efek samping” dari kita menjadi poemandu. Menjadi pemandu menurutku
adalah sebuah pengabdian dimana dengan menjadi pemandu kita lebih banyak memberi
kepada mahasiswa baru. Memberikan pengalaman yang kita punya, memberikan
semangat dan motivasi kepada adik pandu kita, memberikan pengetahuan tentang
lingkungan kampus, memberikan informasi apa itu farmasi, memberi gambaran
bagaimana menjadi mahasiswa yang seimbang dan juga memberi-memberi yang lain. Pemandu
juga harus bisa memberikan teladan yang baik bagi adik pandunya dan itu
bukanlah hal yang mudah. Perlu kesadaran, keikhlasan dan juga kesabaran dalam
menggapainya.
Setiap orang tentunya mempunyai pandangan yang berbeda mengenai
sosok pemandu yang ideal. Menurutku pemandu itu dianalogikan sebagai seorang
koki. Adik pandu dengan berbagai macam tingkah polahnya masing-masing, dengan
berbagai karakter yang mereka punyai, dengan berbagi latar belakang dan asalnya,
masing-masing memiliki keunikan laksana garam, asam, bawang merah, bawang
putih, dan rempah-rempah lainnya. Disinilah peran koki dibutuhkan untuk
menghasilkan masakan yang lezat. Seandainya koki itu tidak memasak dengan baik
maka tidak akan dihasilkan masakan yang bisa memuaskan lidah. Begitupun dengan
kepemanduan ini, jika pemandunya tidak bisa mengondisikan forum yang dipandunya
maka tidak akan ada rasa kekeluargaan dalam kelompok itu dan adik pandupun
tidak akan merasakan nikmatnya forum tersebut.
Dalam setiap kepemanduan yang dilaksanakan tentunya ada banyak
materi yang harus disampaikan oleh pemandu, seakan kita itu ditarget untuk
menyuapi makanan yang segitu banyak kepada adik pandu kita dalam waktu yang
telah ditentukan. Seringkali kitapun hanya mengejar target untuk menyampaikan
materi sebanyak-banyaknya. Padahal esensi dari sebuah materi disampaikan itu
bukanlah kuantitas yang disampaikan tetapi kualitas kepahaman adik-adik
terhadap materi yang disampaikan. Jika dianalogikan dengan makan, makan
secukupnya dan pilih yang bergizi tinggi sehingga makan kita lebih efisien.
Kita tidak usahmemberikan terlalu banyak, tapi sampaikanlah poin-poin penting
dari materi tersebut dan biarkan adik pandu kita mencerna sendiri dan di akhir
sesi berikanlah kesimpulan. Dengan seperti ini adik pandu kita diharuskan untuk
aktif sehingga kepahaman mereka terhadap suatu materi itu lebih membekas.
Sebagai penutup, menjadi pemandu adalah sebuah pilihan. Pilihan
untuk melaksanakan pengabdian, memberikan apa yang kita miliki dan juga
memberikan manfaat kepada orang lain sehingga orang lain bisa merasakan
keberadaan kita. Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar