Senin, 11 Juni 2012

Motivasiku Menjadi Pemandu


Motivasiku Menjadi Pemandu
Oleh : Romdlon Fauzi
Pemandu menurutku adalah seseorang yang paling berjasa bagi “orang baru”. Maksud orang baru dalam hal ini adalah orang yang berada di lingkungan baru. Hal ini bukan tanpa alasan karena saya sendiri juga merasakan manfaat dari seorang pemandu ketika saya berada di lingkungan baru. Kampus.
Dalam dunia kampus peran pemandu sangat penting terutama bagi mahasiswa baru. Kenapa demikian?. Karena pemandu yang akan menjadi gerbang pertama mahasiswa baru dalam mengenali lingkungan barunya. Mulai dari kultur lingkungan, model belajar, kesibukan mahasiswa dan juga hal-hal lain yang berkaitan dengan keseharian mahasiswa.
Mengapa aku ingin jadi pemandu?. Menurut pendapat sebagian orang dengan menjadi pemandu, kita bisa belajar untuk komunikasi, memimpin forum, kenalan dengan adik angkatan dan lain sebagainya. Tetapi menurutku itu semua adalah “efek samping” dari kita menjadi poemandu. Menjadi pemandu menurutku adalah sebuah pengabdian dimana dengan menjadi pemandu kita lebih banyak memberi kepada mahasiswa baru. Memberikan pengalaman yang kita punya, memberikan semangat dan motivasi kepada adik pandu kita, memberikan pengetahuan tentang lingkungan kampus, memberikan informasi apa itu farmasi, memberi gambaran bagaimana menjadi mahasiswa yang seimbang dan juga memberi-memberi yang lain. Pemandu juga harus bisa memberikan teladan yang baik bagi adik pandunya dan itu bukanlah hal yang mudah. Perlu kesadaran, keikhlasan dan juga kesabaran dalam menggapainya.
Setiap orang tentunya mempunyai pandangan yang berbeda mengenai sosok pemandu yang ideal. Menurutku pemandu itu dianalogikan sebagai seorang koki. Adik pandu dengan berbagai macam tingkah polahnya masing-masing, dengan berbagai karakter yang mereka punyai, dengan berbagi latar belakang dan asalnya, masing-masing memiliki keunikan laksana garam, asam, bawang merah, bawang putih, dan rempah-rempah lainnya. Disinilah peran koki dibutuhkan untuk menghasilkan masakan yang lezat. Seandainya koki itu tidak memasak dengan baik maka tidak akan dihasilkan masakan yang bisa memuaskan lidah. Begitupun dengan kepemanduan ini, jika pemandunya tidak bisa mengondisikan forum yang dipandunya maka tidak akan ada rasa kekeluargaan dalam kelompok itu dan adik pandupun tidak akan merasakan nikmatnya forum tersebut.
Dalam setiap kepemanduan yang dilaksanakan tentunya ada banyak materi yang harus disampaikan oleh pemandu, seakan kita itu ditarget untuk menyuapi makanan yang segitu banyak kepada adik pandu kita dalam waktu yang telah ditentukan. Seringkali kitapun hanya mengejar target untuk menyampaikan materi sebanyak-banyaknya. Padahal esensi dari sebuah materi disampaikan itu bukanlah kuantitas yang disampaikan tetapi kualitas kepahaman adik-adik terhadap materi yang disampaikan. Jika dianalogikan dengan makan, makan secukupnya dan pilih yang bergizi tinggi sehingga makan kita lebih efisien. Kita tidak usahmemberikan terlalu banyak, tapi sampaikanlah poin-poin penting dari materi tersebut dan biarkan adik pandu kita mencerna sendiri dan di akhir sesi berikanlah kesimpulan. Dengan seperti ini adik pandu kita diharuskan untuk aktif sehingga kepahaman mereka terhadap suatu materi itu lebih membekas.
Sebagai penutup, menjadi pemandu adalah sebuah pilihan. Pilihan untuk melaksanakan pengabdian, memberikan apa yang kita miliki dan juga memberikan manfaat kepada orang lain sehingga orang lain bisa merasakan keberadaan kita. Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar