Oleh
: Septian Fajar Z., S.Farm., dkk.
Program
Studi Profesi Apoteker, Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada
Berdasarkan lamanya gejalanya, batuk
dibedakan menjadi 3 yaitu :
·
Batuk akut, terjadi biasanya kurang dari 3 minggu dan
biasanya merupakan gejala infeksi pada saluran pernafasan seperti ISPA,
pneumonia, asma, dan bila ada benda asing seperti asap dan debu.
·
Batuk subakut, terjadi biasanya terjadi selama 3-8 minggu,
dan biasanya terkait dengan beberapa penyakit seperti merupakan gejala batuk infeksi, sinusitis bakteri, dan asma.
·
Batuk kronik, terjadi biasanya lebih dari 8
minggu, dan bisa diakibatkan oleh penyakit seperti tuberkulosis (TBC), brokitis
kronis, gangguan pengeluaran asam lambung dan naik hingga daerah kerongkongan
(GERD atau Gastroesophageal Reflux
Disease), gagal jantung, dan penggunaan obat seperti obat antihipertensi
(kaptopril dan obat golongan ACE Inhibitor lainnya).
Berdasarkan jenisnya, batuk dibedakan menjadi 2 jenis yaitu
batuk produktif dan batuk non-produktif. Batuk produktif adalah batuk yang
disertai dengan keluarnya dahak, sedangkan batuk nonproduktif adalah batuk
kering atau tidak disertai dengan dahak.
Bagaimana
pengobatan untuk batuk yang tepat?
Untuk pengobatan batuk akut (kurang dari 3 minggu) dapat
diobati sendiri dengan menggunakan obat batuk yang dijual bebas di pasaran, dan
kebanyakan obat tersebut tergolong dalam obat bebas dan obat bebas terbatas.
Namun bila batuk terjadi dalam waktu yang lama (lebih dari 3 minggu) lebih baik
dirujuk ke dokter, karena biasanya batuk yang lama ini menandakan adanya
penyakit-penyakit lainnya yang butuh penanganan dan pengobatan lebih lanjut.
Fokus utama pengobatan gejala batuk adalah pada jenis batuk
yang dialami. Jadi perlu diketahui dahulu jenis batuk yang dialami, apakah
batuk non-produktif (batuk kering) atau batuk produktif (batuk berdahak). Hal
ini dikarenakan pengobatan untuk kedua jenis batuk ini berbeda.
Batuk berdahak ditandai dengan adanya dahak atau lendir yang
dihasilkan baik yang mudah atau bisa dikeluarkan atau dahak yang sulit
dikeluarkan. Lendir tersebut sampai ditenggorokan karena bersal dari hidung dan
paru-paru. Pada batuk jenis ini tidak boleh diobati dengan obat-obatan penekan
batuk (antitusif) karena pada batuk ini lendir/dahak yang dihasilkan itu harus dikeluarkan dan merupakan proses
untuk membersihkan paru-paru.
Batuk
kering merupakan batuk yang tidak menghasilkan dahak atau lendir, jenis batuk
ini membuat tenggorokan sakit dan mengganggu kinerja. Penyebab dari batuk
kering bisa karena alergi, obat darah tinggi golongan ACE inhibitor seperti
kaptopril, paparan debu, dan lain-lain.
Untuk batuk berdahak dapat diobati dengan obat-obatan yang termasuk
golongan ekspektoran seperti guaifenesin yang bekerja mengeluarkan dahak dan
golongan mukolitik seperti bromheksin yang bekerja mengencerkan dahak.
Sedangkan obat yang dapat digunakan untuk batuk kering yaitu antitusif seperti dekstrometorfan
yang bekerja menekan batuk.
Selain penggunaan obat-obat tersebut pasien juga disarankan
untuk banyak minum air putih, terutama pada pasien yang batuk berdahak. Hal ini
ditujukan untuk membantu mengurangi kekentalan dahak pada pasien. Selain itu
juga seorang yang mengalami batuk juga perlu banyak istirahat untuk menjaga
kondisi tubuhnya. Namun bila batuk terus berlanjut sebaiknya hubungi dokter
untuk pengobatan lebih lanjut. Semoga artikel ini bermanfaat, salam sehat!
Sumber
:
Coughlin,
Laura., Practice Guidelines Cough: Diagnosis and Management, Am
Fam Physician. 2007 Feb 15;75(4):567-575.
http://tcmdiscovery.com/Sino-western-Joint/info/20081205_1753.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar