Jumat, 16 Mei 2014

Bagaimana Memilih Obat Batuk yang Tepat?

Oleh : Septian Fajar Z., S.Farm., dkk.
Program Studi Profesi Apoteker, Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada

Batuk adalah salah satu cara tubuh untuk mempertahankan tubuh dari segala macam rangsangan seperti debu, asap, dan lain-lain yang masuk ke saluran pernafasan. Batuk juga bisa jadi adalah tanda dari adanya suatu penyakit lainnya, seperti tuberkulosis (TBC), infeksi saluran pernafasan akut (ISPA), radang paru-paru (pneumonia), asma dan penyakit lainnya terutama yang berhubungan dengan saluran pernafasan. Selain itu batuk juga bisa jadi adalah efek samping dari penggunaan obat seperti obat antihipertensi (kaptopril). Selain itu kebiasaan merokok juga dapat mengakibatkan batuk karena asap rokok yang masuk ke saluran nafas akan merangsang pengeluaran lendir dan menyebabkan batuk, terutama batuk berdahak.
Berdasarkan lamanya gejalanya, batuk dibedakan menjadi 3 yaitu :
·      Batuk akut, terjadi biasanya kurang dari 3 minggu dan biasanya merupakan gejala infeksi pada saluran pernafasan seperti ISPA, pneumonia, asma, dan bila ada benda asing seperti asap dan debu.
·      Batuk subakut, terjadi biasanya terjadi selama 3-8 minggu, dan biasanya terkait dengan beberapa penyakit seperti merupakan gejala batuk infeksi, sinusitis bakteri, dan asma.
·      Batuk kronik, terjadi biasanya lebih dari 8 minggu, dan bisa diakibatkan oleh penyakit seperti tuberkulosis (TBC), brokitis kronis, gangguan pengeluaran asam lambung dan naik hingga daerah kerongkongan (GERD atau Gastroesophageal Reflux Disease), gagal jantung, dan penggunaan obat seperti obat antihipertensi (kaptopril dan obat golongan ACE Inhibitor lainnya).

Berdasarkan jenisnya, batuk dibedakan menjadi 2 jenis yaitu batuk produktif dan batuk non-produktif. Batuk produktif adalah batuk yang disertai dengan keluarnya dahak, sedangkan batuk nonproduktif adalah batuk kering atau tidak disertai dengan dahak.

Bagaimana pengobatan untuk batuk yang tepat?
Untuk pengobatan batuk akut (kurang dari 3 minggu) dapat diobati sendiri dengan menggunakan obat batuk yang dijual bebas di pasaran, dan kebanyakan obat tersebut tergolong dalam obat bebas dan obat bebas terbatas. Namun bila batuk terjadi dalam waktu yang lama (lebih dari 3 minggu) lebih baik dirujuk ke dokter, karena biasanya batuk yang lama ini menandakan adanya penyakit-penyakit lainnya yang butuh penanganan dan pengobatan lebih lanjut.
Fokus utama pengobatan gejala batuk adalah pada jenis batuk yang dialami. Jadi perlu diketahui dahulu jenis batuk yang dialami, apakah batuk non-produktif (batuk kering) atau batuk produktif (batuk berdahak). Hal ini dikarenakan pengobatan untuk kedua jenis batuk ini berbeda.
Batuk berdahak ditandai dengan adanya dahak atau lendir yang dihasilkan baik yang mudah atau bisa dikeluarkan atau dahak yang sulit dikeluarkan. Lendir tersebut sampai ditenggorokan karena bersal dari hidung dan paru-paru. Pada batuk jenis ini tidak boleh diobati dengan obat-obatan penekan batuk (antitusif) karena pada batuk ini lendir/dahak yang dihasilkan  itu harus dikeluarkan dan merupakan proses untuk membersihkan paru-paru.
Batuk kering merupakan batuk yang tidak menghasilkan dahak atau lendir, jenis batuk ini membuat tenggorokan sakit dan mengganggu kinerja. Penyebab dari batuk kering bisa karena alergi, obat darah tinggi golongan ACE inhibitor seperti kaptopril, paparan debu, dan lain-lain.

Apa saja obat batuk yang bisa digunakan?
Untuk batuk berdahak dapat diobati dengan obat-obatan yang termasuk golongan ekspektoran seperti guaifenesin yang bekerja mengeluarkan dahak dan golongan mukolitik seperti bromheksin yang bekerja mengencerkan dahak. Sedangkan obat yang dapat digunakan untuk batuk kering yaitu antitusif seperti dekstrometorfan yang bekerja menekan batuk.
Selain penggunaan obat-obat tersebut pasien juga disarankan untuk banyak minum air putih, terutama pada pasien yang batuk berdahak. Hal ini ditujukan untuk membantu mengurangi kekentalan dahak pada pasien. Selain itu juga seorang yang mengalami batuk juga perlu banyak istirahat untuk menjaga kondisi tubuhnya. Namun bila batuk terus berlanjut sebaiknya hubungi dokter untuk pengobatan lebih lanjut. Semoga artikel ini bermanfaat, salam sehat!

Sumber :
Coughlin, Laura.,  Practice Guidelines Cough: Diagnosis and Management, Am Fam Physician. 2007 Feb 15;75(4):567-575.

http://tcmdiscovery.com/Sino-western-Joint/info/20081205_1753.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar