Rabu, 03 Desember 2014

Kisah Nabi Zakariya dalam Surat Maryam


Surat Maryam adalah surat ke 19 dalam susunan AlQuranul karim. Surat ini diturunkan tanpa asbabun nuzul tetapi merupakan kabar gembira yang berisi kisah-kisah nabi dan orang-orang sebelum Rasulullah S.A.W.
Di awal ayat كيهعص (hanya Allah yang mengetahui ma'nanya). Kemudian ayat selanjutnya menceritakan kisah nabi Zakariya yang selalu berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut.
Dia (Zakariya) berkata : "ya Tuhanku, tulangku telah lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepadamu ya Tuhanku. Dan sungguh, aku khawatir terhadap kerabatku sepeninggalku, padahal istriku seorang yang mandul, maka anugerahilah aku seorang anak dari sisi-Mu, yang mewarisi dari keluarga Ya'kub;  dan jadikanlah dia, ya Tuhanku, seorang yang di ridloi".
Dikisahkan bahwa Nabi Zakariya adalah seorang yang selalu berdoa kepad Allah sepanjang malam. Di tidak pernah bosan untuk berdoa walaupun doa tersebut belum dikabulkan oleh Allah. Saat itu Nabi Zakariya berdoa agar dikaruniai seorang anak sebagai penerusnya. Dalam suatu tafsir disebutkan bahwa waktu itu umur Nabi Zakariya sudah 129 tahun dan istrinya berumur 120 tahun. Beliau mengeluhkan kondisi fisiknya yang sudah tidak sekuat dulu dan mengkhawatirkan akan penerusnya selepas dia wafat kelak.
Beliau menyampaikan kepada Allah bahwa dia sudah tua dan istrinya juga seorang yang mandul dan mustahil untuk memiliki anak (menurut logika manusia)
Kemudian Allah menjawab dengan firmannya "Wahai Zakariya!  Kami memberi kabar gembira kepadamu dengan seorang anak laki-laki bernama Yahya, yang kami belum pernah memberikab nama seperti itu sebelumnya".
Allah memberikan jawaban atas do'a Nabi Zakariya dengan akan menkaruniakan kepadanya Seorang Anak laki-laki yang namanya pun langsung diberikan oleh Allah yaitu Yahya. Anak ini yang kelak juga akan menjadi salah satu RasulNya
Namun, Nabi Zakariya masih "ngeyel" tidak percaya bahwa dia akan dikaruniai seorang anak. Dia berkata "Ya Tuhanku, bagaimana aku akan mempunyai anak, padahal istriku adalah orang yang mandul dan aku (sendiri) sesungguhnya telah mencapai usia yang sangat tua".
Nabi Zakariya masih beranggapan bahwa dia sudah tidak mungkin lagi punya anak dengan kondisi dirinya yang sudah sangat tua dan lemah. Ditambah lagi kondisi istrinya yang juga sudah tua dan mandul.
Namun Allah menjawabnya dengan "Demikianlah, hal itu mudah bagi-Ku; sungguh engkau telah Aku ciptakan sebelum itu, padahal (pada waktu itu) engkau belum berwujud sama sekali".
Dari firman tersebut Allah membantah keraguan Nabi Zakariya. Bagi Allah (memberikan seorang anak) itu adalah hal yang sangat mudah.
Namun nabi Zakariya masih belum percaya. Dia masih "ngeyel" dengan berkata "Ya Tuhanku,  berilah aku suatu tanda". Beliau belum percaya dengan bantahan Allah dan meminta Allah menunjukkan memberikan bukti bahwa ia akan dikarunia seorang anak.
Allah pun menjawab " Tandamu adalah engkau tidak dapat bercakap-cakap dengan manusia selama tiga malam, padahal engkau dalam keadaan sehat".
Saat itu benarlah firman Allah. Nabi Zakariya keluar kepada kaumnya lalu memberikan isyarat (karena tidak bisa bercakap-cakap) dengan mereka untuk bertasbih kepada Allah pada waktu pagi dan petang. Beliau benar tidak bisa berbicara dan hanya bisa memberikan isyarat ketika bertemu dengan kaumnya.
Dari kisah tersebut ada beberapa pelajaran yang dapat kita ambil.
1. Keistiqomahan nabi Zakariya dalam berdoa, mengadukan masalahnya hanya kepada Robbnya sepanjang malam tanpa putus asa walaupun belum dikabulkan oleh Allah. Mungkin diantara kita seringkali merasa jenuh, putus asa dan merasa gagal apabila sekali dua kali berdoa belum dikabulkan. Namun nabi Zakariya memberikan contoh, bukan hanya sekali atau dua kali namun setiap malam bertahun-tahun beliau berdoa tanpa putus asa. Dan atas rahmat Allah, Allah pun mengabulkan doanya.
2. Bagi Allah bukanlah hal yang sulit untuk berbuat suatu hal yang menurut akal manusia adalah sesuatu yang mustahil. Bagi manusia, jika wanita sudah tua tak akan mungkin untuk memiliki anak, apalagi suaminya juga sudah renta. Namun bagi Allah itu adalah hal yang mudah, bahkan seorang Maryam, perempuan suci lagi baik akhlaqnya dan tak pernah sekalipun bersentuhan dengan lelaki bisa hamil dan melahirkan anak atas kehendak Allah
Demikianlah, beberapa pelajaran dari kisah nabi Zakariya yang diabadikan dalam surat Maryam.

Senin, 01 Desember 2014

Sebuah Racauan Malam

Sudah lama sekali aku tak 'menulis', seakan aku lupa bagaimana caranya. Menulis memang bukan keahkianku, tapi aku ingin itu menjadi rutinitasku. Yeah, thats my dreams but i hope not just a dream.
Ketika aku ingin menulis tentunya aku harus punya bahan untuk ditulis. Dari mana bahan itu?. MEMBACA. Ketika tak ada yang aku baca maka tak ada pula yang akan kutulis. Dan aku hanya terpaku di depan monitor.
Membaca adalah suatu kegiatan yang sangat bermanfaat. Dengannya aku bisa tahu apa yang sebelumnya tidak aku tahu. Dengannya aku bisa bercerita tentang apa yang aku baca. Dengannya aku menjadi punya bahan untuk ditulis.
Dalam menulis tak bisa langsung sekali jadi. Aku harus membuat judul, apa yang ingin kutulis, kerangka apa saja isi dalam tulisanku yang itu mencerminkan alur berpikirku. Menulis tak bisa langsung instan kecuali bagi orang-orang tertentu. Menulis membutuhkan latihan sehinnga terampil melakukannya.
Oke, hanya racauan malam yang mungkin suatu saat nanti akan menjadi tanda. Tanda bahwa aku pernah meracau pada hari Senin, 1 Desember 2014 pukul 23.12.

Jumat, 16 Mei 2014

Bagaimana Memilih Obat Batuk yang Tepat?

Oleh : Septian Fajar Z., S.Farm., dkk.
Program Studi Profesi Apoteker, Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada

Batuk adalah salah satu cara tubuh untuk mempertahankan tubuh dari segala macam rangsangan seperti debu, asap, dan lain-lain yang masuk ke saluran pernafasan. Batuk juga bisa jadi adalah tanda dari adanya suatu penyakit lainnya, seperti tuberkulosis (TBC), infeksi saluran pernafasan akut (ISPA), radang paru-paru (pneumonia), asma dan penyakit lainnya terutama yang berhubungan dengan saluran pernafasan. Selain itu batuk juga bisa jadi adalah efek samping dari penggunaan obat seperti obat antihipertensi (kaptopril). Selain itu kebiasaan merokok juga dapat mengakibatkan batuk karena asap rokok yang masuk ke saluran nafas akan merangsang pengeluaran lendir dan menyebabkan batuk, terutama batuk berdahak.
Berdasarkan lamanya gejalanya, batuk dibedakan menjadi 3 yaitu :
·      Batuk akut, terjadi biasanya kurang dari 3 minggu dan biasanya merupakan gejala infeksi pada saluran pernafasan seperti ISPA, pneumonia, asma, dan bila ada benda asing seperti asap dan debu.
·      Batuk subakut, terjadi biasanya terjadi selama 3-8 minggu, dan biasanya terkait dengan beberapa penyakit seperti merupakan gejala batuk infeksi, sinusitis bakteri, dan asma.
·      Batuk kronik, terjadi biasanya lebih dari 8 minggu, dan bisa diakibatkan oleh penyakit seperti tuberkulosis (TBC), brokitis kronis, gangguan pengeluaran asam lambung dan naik hingga daerah kerongkongan (GERD atau Gastroesophageal Reflux Disease), gagal jantung, dan penggunaan obat seperti obat antihipertensi (kaptopril dan obat golongan ACE Inhibitor lainnya).

Berdasarkan jenisnya, batuk dibedakan menjadi 2 jenis yaitu batuk produktif dan batuk non-produktif. Batuk produktif adalah batuk yang disertai dengan keluarnya dahak, sedangkan batuk nonproduktif adalah batuk kering atau tidak disertai dengan dahak.

Bagaimana pengobatan untuk batuk yang tepat?
Untuk pengobatan batuk akut (kurang dari 3 minggu) dapat diobati sendiri dengan menggunakan obat batuk yang dijual bebas di pasaran, dan kebanyakan obat tersebut tergolong dalam obat bebas dan obat bebas terbatas. Namun bila batuk terjadi dalam waktu yang lama (lebih dari 3 minggu) lebih baik dirujuk ke dokter, karena biasanya batuk yang lama ini menandakan adanya penyakit-penyakit lainnya yang butuh penanganan dan pengobatan lebih lanjut.
Fokus utama pengobatan gejala batuk adalah pada jenis batuk yang dialami. Jadi perlu diketahui dahulu jenis batuk yang dialami, apakah batuk non-produktif (batuk kering) atau batuk produktif (batuk berdahak). Hal ini dikarenakan pengobatan untuk kedua jenis batuk ini berbeda.
Batuk berdahak ditandai dengan adanya dahak atau lendir yang dihasilkan baik yang mudah atau bisa dikeluarkan atau dahak yang sulit dikeluarkan. Lendir tersebut sampai ditenggorokan karena bersal dari hidung dan paru-paru. Pada batuk jenis ini tidak boleh diobati dengan obat-obatan penekan batuk (antitusif) karena pada batuk ini lendir/dahak yang dihasilkan  itu harus dikeluarkan dan merupakan proses untuk membersihkan paru-paru.
Batuk kering merupakan batuk yang tidak menghasilkan dahak atau lendir, jenis batuk ini membuat tenggorokan sakit dan mengganggu kinerja. Penyebab dari batuk kering bisa karena alergi, obat darah tinggi golongan ACE inhibitor seperti kaptopril, paparan debu, dan lain-lain.

Apa saja obat batuk yang bisa digunakan?
Untuk batuk berdahak dapat diobati dengan obat-obatan yang termasuk golongan ekspektoran seperti guaifenesin yang bekerja mengeluarkan dahak dan golongan mukolitik seperti bromheksin yang bekerja mengencerkan dahak. Sedangkan obat yang dapat digunakan untuk batuk kering yaitu antitusif seperti dekstrometorfan yang bekerja menekan batuk.
Selain penggunaan obat-obat tersebut pasien juga disarankan untuk banyak minum air putih, terutama pada pasien yang batuk berdahak. Hal ini ditujukan untuk membantu mengurangi kekentalan dahak pada pasien. Selain itu juga seorang yang mengalami batuk juga perlu banyak istirahat untuk menjaga kondisi tubuhnya. Namun bila batuk terus berlanjut sebaiknya hubungi dokter untuk pengobatan lebih lanjut. Semoga artikel ini bermanfaat, salam sehat!

Sumber :
Coughlin, Laura.,  Practice Guidelines Cough: Diagnosis and Management, Am Fam Physician. 2007 Feb 15;75(4):567-575.

http://tcmdiscovery.com/Sino-western-Joint/info/20081205_1753.html

Sabtu, 23 Juni 2012

Penyelam yang Lupa Tujuan


Penyelam yang Lupa Tujuan
Seorang penyelam diminta oleh seorang bos untuk mengambil mutiara di dasar lautan. Dia dibekali dengan seperangkat alat selam oleh bosnya. Bekal oksigen yang diberikan oleh bos sangat terbatas. Oksigen itu hanya culup untu 1 jam, dan setelah itu “mati”. Jadi dalam waktu yang terbatas itu sang penyelam harus mendapatkan mutiara yang diminta oleh bosnya. Itulah tujuannya.
Pada waktu yang telah ditentukan berangkatlah penyelam tersebut untuk melaksanakan misinya. Mengambil mutiara di dasar lautan dan mulailah dia menceburkan diri ke dalam laut. Ketika pertama melihat keindahan laut tersebut dia terkagum-kagum. Indahnya terumbu karang yang berhias ikan berjuta warna membuatnya terlena. Dia ikuti ikan yang sangat indah berkeliling diantara terumbu karang. Dia amati gerombolan ikan yang berseliweran diantara terumbu karang.
Semua keindahan bawah laut itu membuatnya lupa akan tujuan utamanya dia menyelam. Dia baru sadar ketika indicator oksigen menunjukkan angka 20%. Dia pun panic karena teringat mutiara yang diinginkan oleh bosnya. Dia langsung segera meluncur ke tempat mutiara yang sudah diketahuinya. Namun apalah daya dia tak lagi sempat menuju mutiara itu karena keterbatasan oksigen yang dia punya. Untungnya dia masih sempat untuk kembali ke permukaan yang artinya masih selamat.
Disinilah masalah muncul ketika penyelam itu ditanya oleh bosnya. Dia bingung mau memberikan alasan apa kepada bos. Namun bosnya tak mau tahu, yang dia inginkan adalah mutiara dan penyelam itu sudah diberika semua fasilitas yang dia butuhkan untuk mengambil mutiara. Dan bagaimanakah nasib penyelam itu? Silakan pembaca memprediksikan sendiri. He he
Dari cerita di atas kita bisa mengambil beberapa pelajaran. Yang pertama laut dengan segala keindahan yang ada di dalamnya adalah analogi dari dunia tempat kita berada. Mutiara yang ada di laut itu adalah tujuan utama kita berada di dunia yaitu beribadah kepada Allah. Dan oksigen yang diberikan kepada penyelam itu adalah umur yang dikaruniakan kepada kita.
Hidup ini harus punya visi, misi dan tujuan yang jelas. Sebagai seorang muslim tugas utama kita adalah beribadah kepada Allah yang sudah jelas difirmankan Allah dalam surat Adz-Dzariat ayat 56 yang artinya “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku”.
Dunia ini adalah sarana bagi kita untuk mengabdi kepada Allah, bukan tujuan utama kita. Namun seringkali kita terlena dengan keindahan dunia yang semu dan lupa akan tujuan utama kita di dunia. Harta itu kebutuhan kita namun kita tidak boleh cinta pada harta.
Mari kita tata hati kita, kita luruskan niat kita. Selagi persediaan oksigen masih ada untuk kita, kita manfaatkan sebaik-baiknya. Fasilitas yang diberikan Allah kepada kita ini harus kita manfaatkan untuk beribadah kepada-Nya sebagai wujud rasa syukur kita kepada-Nya.

Senin, 11 Juni 2012

Motivasiku Menjadi Pemandu


Motivasiku Menjadi Pemandu
Oleh : Romdlon Fauzi
Pemandu menurutku adalah seseorang yang paling berjasa bagi “orang baru”. Maksud orang baru dalam hal ini adalah orang yang berada di lingkungan baru. Hal ini bukan tanpa alasan karena saya sendiri juga merasakan manfaat dari seorang pemandu ketika saya berada di lingkungan baru. Kampus.
Dalam dunia kampus peran pemandu sangat penting terutama bagi mahasiswa baru. Kenapa demikian?. Karena pemandu yang akan menjadi gerbang pertama mahasiswa baru dalam mengenali lingkungan barunya. Mulai dari kultur lingkungan, model belajar, kesibukan mahasiswa dan juga hal-hal lain yang berkaitan dengan keseharian mahasiswa.
Mengapa aku ingin jadi pemandu?. Menurut pendapat sebagian orang dengan menjadi pemandu, kita bisa belajar untuk komunikasi, memimpin forum, kenalan dengan adik angkatan dan lain sebagainya. Tetapi menurutku itu semua adalah “efek samping” dari kita menjadi poemandu. Menjadi pemandu menurutku adalah sebuah pengabdian dimana dengan menjadi pemandu kita lebih banyak memberi kepada mahasiswa baru. Memberikan pengalaman yang kita punya, memberikan semangat dan motivasi kepada adik pandu kita, memberikan pengetahuan tentang lingkungan kampus, memberikan informasi apa itu farmasi, memberi gambaran bagaimana menjadi mahasiswa yang seimbang dan juga memberi-memberi yang lain. Pemandu juga harus bisa memberikan teladan yang baik bagi adik pandunya dan itu bukanlah hal yang mudah. Perlu kesadaran, keikhlasan dan juga kesabaran dalam menggapainya.
Setiap orang tentunya mempunyai pandangan yang berbeda mengenai sosok pemandu yang ideal. Menurutku pemandu itu dianalogikan sebagai seorang koki. Adik pandu dengan berbagai macam tingkah polahnya masing-masing, dengan berbagai karakter yang mereka punyai, dengan berbagi latar belakang dan asalnya, masing-masing memiliki keunikan laksana garam, asam, bawang merah, bawang putih, dan rempah-rempah lainnya. Disinilah peran koki dibutuhkan untuk menghasilkan masakan yang lezat. Seandainya koki itu tidak memasak dengan baik maka tidak akan dihasilkan masakan yang bisa memuaskan lidah. Begitupun dengan kepemanduan ini, jika pemandunya tidak bisa mengondisikan forum yang dipandunya maka tidak akan ada rasa kekeluargaan dalam kelompok itu dan adik pandupun tidak akan merasakan nikmatnya forum tersebut.
Dalam setiap kepemanduan yang dilaksanakan tentunya ada banyak materi yang harus disampaikan oleh pemandu, seakan kita itu ditarget untuk menyuapi makanan yang segitu banyak kepada adik pandu kita dalam waktu yang telah ditentukan. Seringkali kitapun hanya mengejar target untuk menyampaikan materi sebanyak-banyaknya. Padahal esensi dari sebuah materi disampaikan itu bukanlah kuantitas yang disampaikan tetapi kualitas kepahaman adik-adik terhadap materi yang disampaikan. Jika dianalogikan dengan makan, makan secukupnya dan pilih yang bergizi tinggi sehingga makan kita lebih efisien. Kita tidak usahmemberikan terlalu banyak, tapi sampaikanlah poin-poin penting dari materi tersebut dan biarkan adik pandu kita mencerna sendiri dan di akhir sesi berikanlah kesimpulan. Dengan seperti ini adik pandu kita diharuskan untuk aktif sehingga kepahaman mereka terhadap suatu materi itu lebih membekas.
Sebagai penutup, menjadi pemandu adalah sebuah pilihan. Pilihan untuk melaksanakan pengabdian, memberikan apa yang kita miliki dan juga memberikan manfaat kepada orang lain sehingga orang lain bisa merasakan keberadaan kita. Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya.

Selasa, 20 Maret 2012

Esensi Sebuah Pernikahan

Pernikahan adalah suatu ikatan suci yang diridhoi Allah SWT. Ia adalah simbol dari kesadaran manusia pada arti pentingnya harkat, martabat, dan kehormatan sebagai manusia yang berakal. Disamping untuk memelihara eksistensi manusia di muka bumi ini, ia juga adalah pemeliharaan moral dan kesucian manusia sesungguhnya. Dengan pernikahan, manusia terbebas dari laku seksual hewani yang tumpahtanpa aturan dan tuntunan. Dalam pernikahan ada perasaan untuk saling memberi, saling memiliki, saling mencintai, saling berkasih sayang, saling menjaga, dan saling menghormati, serta salingmelindungi hak-hak kemuliaan insani.
Ada sesuatu yang tak kalah penting dalam ritual suci ini yaitu terangkatnya harkat dan derajat wanita dalam dimensi kemasyarakatan. Keberadaan wanita di alam ini bukan sebagai obyek penderita dan bukan pula sekedar benda yang dipajang dan dieksploitasi tanpa harga, bukan juga sekedar budak biologis atau hewan-hewan peliharaan para lelaki berkantong tebal dan nakal. Mereka (wanita) tercipta untuk misi yang penting dari inti hidup ini. Hanya dengan kehadiran wanitalah kehidupan manusia di alam ini bisa eksis. Tanpa meraka kehidupan ini akan sirna. Tanpa mereka pula eksistensi lelaki menjadi rapuh.
Kehadiran wanita menjadi sesuatu yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Arti penting kehadiran mereka menjadi sia-sia bila mereka tidak mampu menjaga harkat dan martabat serta kehormatan mereka sebagai wanita. Kehadiran mereka hanya akan menjadi pelengkap belaka jika mereka obral kehormatan dengan harga murah. Kemuliaan dan kesucian mereka menjadi usang bila mereka menggadaikannya dengan kesenangan dunia yang hanya sesaat.

Wahai kaum hawa
Jagalah kehormatan dan kesucianmu
Tunjukan kepada dunia 
Bahwa eksistensimu adalah inti dar kehidupan ini
Sungguh, jangan kau gadaikan kemuliaanmu
Tetaplah engkau jadi surga bagi anak-anakmu
Dan senyummu adalah perdamaian bagi semesta
Wahai kaum hawa
Engkau adalah cerminan dunia
Mahkotamu adalah kemuliaan semesta
Harga diri, cinta dan kasih sayangmu 
Adalah keindahan dan pencitraan agung eksistensi manusia

Hanya dengan pernikahanlah kemuliaan dan kesucianmu sebagai wanita terjaga dan terpelihara. Sungguh adalah dusta bila dalam pergaulan bebas wanita terlindung hak asasi kewanitaannya dan juga adalah sebuah dusta bila dalam kehedonisan kehormatan, kesucian dan kemuliaanmu terjaga. Yang ada hanyalah keterpurukan dan kenistaan.
Wahai wanita, surga berada di bawah telapak kaki ibu. Itulah hakikat yang terindah untuk wanita. Itulah derajat tertinggi yang dimiliki manusia dan hanya wanita yang memiliki derajat setinggi itu. Kemualiaan itu pun hanya dimiliki oleh wanita yang mau mengikat diri dalam pernikahan suci serta menjaga kesuciannya. Bukan wanita yang mengobral kesuciannya , seperti mengobral barang bekas.
Pernikahan juga menjaga dan memelihara kemuliaan darah manusia. Hanya orang-orang yang sadar dan bertanggung jawab saja yang mau melaksanakan pernikahan secara haq.

Sabtu, 17 Maret 2012

Syair Pagi

Mendung. . .
Suasana minggu pagi di pinggir kota Yogyakarta
Anginpun lemah bertiup
Jalanan masih sepi
Mentari masih bersembunyi di balik awan

Inilah suasana pagi
Merasakan nikmat yang dikaruniakan Allah di pagi hari
Tak ada satu alasan untuk tidak bersyukur kepadanya

Alhamdulillah. . . :D